MALANG – Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, tengah menyelidiki kasus dugaan bunuh diri seorang pria paruh baya di Desa Ngadilangkung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa (26/12/2023). Pria tersebut ditemukan tergantung di sebuah ayunan area taman Taman Puspa, Kepanjen.
Kasihumas Polres Malang, Ipda Muhammad Adnan, mengatakan kejadian pertama kali diketahui oleh sepasang muda-mudi yang tengah berjalan-jalan di Taman Puspa pada Selasa (26/12) sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka kaget menemukan seorang pria sudah meninggal dunia dengan posisi tergantung di ayunan taman, keduanya lalu memanggil pemilik warung di pinggir jalan kemudian diteruskan kepada Polsek Kepanjen.
”Kejadian pertama kali diketahui oleh sepasang muda-mudi yang berjalan-jalan di taman, korban ditemukan sudah dalam keadaan menggantung di ayunan,” kata Ipda Adnan saat dikonfirmasi, Selasa (26/12).
Ipda Adnan menjelaskan, pihaknya yang menerima laporan segera menuju ke lokasi kejadian. Petugas identifikasi kemudian melakukan evakuasi tubuh korban dan mengamankan TKP serta memasang garis polisi.
Saat diperiksa bersama petugas medis Puskesmas setempat, polisi tidak mendapati bekas penganiayaan pada jenasah korban. Petugas hanya mendapati bekas upaya bunuh diri seperti jeratan di leher, lidah tergigit, hingga keluar cairan sperma dari kemaluan korban.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan akibat penganiayaan pada saat pemeriksaan jenazah,” imbuhnya.
Dikatakan Adnan, indentitas korban terungkap berinisal AB (49), warga Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kondisi mayat saat ditemukan belum mengalami fase kaku mayat, kematian korban diperkirakan kurang dari satu jam sebelumnya.
Sementara itu, disekitar lokasi juga ditemukan barang-barang milik korban berupa sepeda motor Yamaha Mio N-2193-TDZ, helm, tas slempang, serta ponsel. Sejumlah uang tunai Rp 330 ribu juga masih utuh terseimpan di dalam dompet AB.
“Barang-barang masih lengkap, ada ponsel, sepeda motor, juga uang tunai yang ditemukan di dalam dompetnya,” jelasnya.
Ipda Adnan menyebut, saat ini, jenazahnya sudah dibawa ke RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang guna keperluan otopsi. Sementara lokasi kejadian juga dipasang garis polisi untuk keperluan penyidikan lebih lanjut.
“Kasusnya telah ditangani unit Reskrim Polsek Kepanjen, masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut” pungkas Ipda Adnan. (u-hmsresma)
















Users Today : 480
Users Yesterday : 299
Total Users : 227204
Views Today : 1713
Total views : 1525399
Who's Online : 14
Discussion about this post